Trading Intraday

Apa Itu Intraday?
Intraday mengacu pada tindakan atau peristiwa yang terjadi dalam satu hari perdagangan. Dalam sektor keuangan, istilah ini umum digunakan untuk menggambarkan efek yang diperdagangkan secara aktif di pasar selama jam kerja standar, termasuk saham dan reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF).
Istilah ini juga menyoroti harga tertinggi dan terendah yang dicapai suatu aset sepanjang hari perdagangan. Fluktuasi harga intraday ini sangat penting bagi trader jangka pendek atau day trader yang ingin melakukan beberapa transaksi dalam sesi yang sama. Para trader ini menutup semua posisi mereka sebelum hari perdagangan berakhir.
Dasar-Dasar Trading Intraday
Trading intraday sering mengacu pada rekor tertinggi dan terendah baru yang dicapai suatu efek dalam satu sesi perdagangan. Misalnya, "rekor tertinggi intraday baru" menandakan bahwa efek tersebut telah mencapai harga tertinggi hari itu dibandingkan dengan harga lain selama sesi tersebut. Kadang-kadang, harga tertinggi intraday dapat bertepatan dengan harga penutupan.
Trader memantau ketat pergerakan harga intraday menggunakan grafik real-time untuk memanfaatkan fluktuasi jangka pendek. Trader ini biasanya menggunakan grafik intraday dengan interval satu, lima, 15, 30, dan 60 menit. Scalping intraday, strategi trading berkecepatan tinggi, umumnya menggunakan grafik satu dan lima menit. Strategi intraday lainnya mungkin menggunakan grafik 30 dan 60 menit untuk transaksi yang ditahan selama beberapa jam. Meskipun trader intraday mungkin menahan posisi lebih lama, mereka tetap menghadapi risiko tinggi.
Scalping melibatkan pelaksanaan banyak transaksi per hari untuk memperoleh keuntungan dari perubahan harga kecil pada suatu saham.
Order Volume Weighted Average Price (VWAP) sering digunakan secara intraday untuk meningkatkan efisiensi eksekusi transaksi dengan mengekspos order pada berbagai harga sepanjang hari perdagangan. VWAP memberikan harga rata-rata tempat efek diperdagangkan selama sesi tersebut.
Strategi Trading Intraday
Trader menggunakan berbagai strategi intraday, di antaranya:
- Scalping: Menghasilkan banyak keuntungan kecil dari perubahan harga kecil sepanjang hari.
- Range Trading: Mengambil keputusan beli dan jual berdasarkan level support dan resistance.
- Trading Berbasis Berita: Memanfaatkan volatilitas yang meningkat di sekitar peristiwa berita.
- Trading Frekuensi Tinggi: Menggunakan algoritma canggih untuk memanfaatkan inefisiensi pasar kecil atau jangka pendek.
Menurut Robinhood dalam "What is Intraday?", semua strategi ini bergantung pada penentuan waktu transaksi berdasarkan pergerakan harga dalam satu hari, yang sering terjadi hanya beberapa menit setelah satu sama lain.
Kelebihan dan Kekurangan Trading Intraday
Kelebihan
- Perlindungan dari Risiko Semalam: Posisi tidak dipengaruhi oleh berita negatif semalam yang dapat berdampak signifikan pada harga efek, seperti laporan ekonomi penting, pengumuman laba, serta kenaikan atau penurunan peringkat broker yang terjadi di luar jam pasar reguler.
- Order Stop-Loss Ketat: Trader dapat menggunakan order stop-loss ketat untuk membatasi kerugian dari posisi long dengan menetapkan harga stop tertentu.
- Leverage yang Lebih Tinggi: Trading intraday memungkinkan akses margin yang lebih besar, sehingga meningkatkan leverage.
- Peluang Belajar yang Lebih Baik: Frekuensi transaksi yang tinggi memberi trader banyak kesempatan untuk belajar dan menyempurnakan strategi mereka dengan cepat.
Kekurangan
- Biaya Komisi yang Sering: Jumlah transaksi yang tinggi menghasilkan biaya komisi yang meningkat, yang dapat mengurangi margin keuntungan.
- Pilihan Aset Terbatas: Beberapa aset, seperti reksa dana, tidak cocok untuk trading intraday.
- Batasan Waktu: Mungkin tidak ada cukup waktu bagi suatu posisi untuk menghasilkan keuntungan sebelum harus ditutup.
- Akumulasi Kerugian yang Cepat: Kerugian dapat menumpuk dengan cepat, terutama jika transaksi dibiayai dengan margin.
Kelebihan:
- Posisi terlindungi dari berita semalam dan tindakan broker.
- Order stop-loss ketat dapat melindungi posisi.
- Trader reguler mendapat manfaat dari leverage yang lebih tinggi.
- Transaksi yang sering meningkatkan pengalaman belajar.
Kekurangan:
- Banyak transaksi menghasilkan biaya komisi yang lebih tinggi.
- Aset tertentu, seperti reksa dana, tidak layak untuk trading intraday.
- Waktu tidak cukup bagi posisi untuk merealisasikan keuntungan.
- Kerugian dapat meningkat dengan cepat, terutama dengan pembiayaan margin.
Penetapan Harga Intraday dan Reksa Dana
Reksa dana tidak cocok untuk trading intraday. Dana ini ditujukan untuk investor jangka panjang dan hanya dapat dibeli atau dijual melalui broker atau perusahaan investasi dana tersebut. Harga reksa dana ditentukan satu kali di akhir setiap hari perdagangan, dikenal sebagai nilai aktiva bersih (NAV). NAV ini mencerminkan pergerakan aset dana sepanjang hari, dikurangi liabilitasnya, dihitung per unit.
Karena itu, reksa dana tidak memberikan penetapan harga intraday, meskipun nilai pasar asetnya terus berfluktuasi dan manajernya terus-menerus membuat keputusan beli dan jual. Sebaliknya, reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), yang serupa namun dikelola secara pasif, dihargai berdasarkan nilai pasar intraday mereka selama sesi perdagangan.
Contoh Nyata Intraday
Pergerakan harga saham dipantau sepanjang hari perdagangan dan diringkas pada penutupannya. Misalnya, pada 4 April 2022, saham Apple Inc. (AAPL) dibuka pada $174,57 dan ditutup pada $178,44. Dalam hari tersebut, saham turun ke titik terendah intraday $174,44 dan mencapai titik tertinggi intraday $178,49, seperti yang ditunjukkan dalam "kisaran hari" di samping harga penutupan.
Day trader dan analis teknikal yang memantau Apple akan memeriksa pergerakan harga ini untuk mengidentifikasi pola atau gap signifikan, yaitu lonjakan harga mendadak tanpa adanya transaksi di antaranya.
Bagaimana Day Trader Menghasilkan Uang?
Day trader memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan pergerakan harga kecil suatu aset sepanjang hari. Mereka sering menggunakan leverage tinggi untuk memperbesar transaksi mereka. Pendekatan ini membawa risiko signifikan dan dapat menghasilkan keuntungan besar atau kerugian besar, bergantung pada posisi trader dan leverage yang digunakan.
Apa Saja Risiko Trading Intraday?
Risiko terbesar dalam trading intraday adalah potensi kerugian finansial yang signifikan. Karena volatilitas harga yang tinggi, day trading pada dasarnya berisiko. Meraih keuntungan jangka panjang dapat sangat menantang, terutama bagi trader pemula atau yang belum berpengalaman.
Mengapa Day Trader Tidak Dapat Memperdagangkan Reksa Dana?
Day trader tidak dapat memperdagangkan reksa dana karena harganya hanya ditentukan pada akhir hari perdagangan. Tanpa fluktuasi harga intraday, day trader tidak memiliki kesempatan untuk melakukan transaksi berdasarkan pergerakan jangka pendek. Reksa dana ditujukan untuk investor jangka panjang dan hanya dapat dibeli atau dijual melalui broker atau perusahaan investasi dana tersebut.
Kesimpulan
Intraday mengacu pada efek yang diperdagangkan selama jam kerja reguler serta fluktuasi harganya sepanjang hari. Trader intraday bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga ini dengan melakukan transaksi berdasarkan perubahan kecil.
Strategi trading intraday meliputi scalping, range trading, dan trading berbasis berita. Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Trader dapat menggunakan order stop-loss ketat untuk melindungi posisi mereka dan sering memiliki akses leverage yang lebih besar. Posisi mereka tidak terpengaruh oleh berita semalam yang dapat mengubah harga. Namun, kerugian dapat menumpuk dengan cepat, terutama jika transaksi dibiayai dengan margin, dan trading yang sering dapat menyebabkan biaya komisi tinggi yang mengurangi potensi keuntungan.



