TEFS
Wiki

Apa itu Order?

6 min baca

Apa itu Order?

Order terdiri dari instruksi yang diberikan kepada broker atau perusahaan pialang untuk membeli atau menjual suatu efek atas nama investor. Ini merupakan unit dasar dalam perdagangan di pasar efek. Order biasanya ditempatkan melalui telepon atau secara online melalui platform trading, meskipun tren penggunaan sistem trading otomatis dan algoritma semakin meningkat. Setelah order ditempatkan, order tersebut akan melalui proses eksekusi.

Order dapat dikategorikan dalam berbagai cara, sehingga memungkinkan investor menetapkan kondisi terkait harga dan waktu eksekusi pada order mereka. Kondisi ini dapat menentukan tingkat harga tertentu (limit) di mana order harus dieksekusi, jangka waktu order tersebut tetap berlaku, atau apakah suatu order dipicu atau dibatalkan berdasarkan order lain.

Memahami Order

Investor menggunakan broker untuk membeli atau menjual aset dengan memilih jenis order tertentu. Ketika seorang investor memutuskan untuk memperdagangkan suatu aset, ia memulai sebuah order, memberikan instruksi rinci kepada broker mengenai cara pelaksanaannya.

Order dapat ditempatkan untuk memperdagangkan berbagai aset, termasuk saham, mata uang, futures, komoditas, opsi, dan obligasi.

Umumnya, bursa memperdagangkan efek melalui proses bid/ask. Ini berarti bahwa untuk terjadinya penjualan, pembeli harus menyetujui harga jual, dan untuk terjadinya pembelian, penjual harus menyetujui harga pembeli. Transaksi hanya terjadi ketika pembeli dan penjual menyepakati harga.

Bid adalah harga tertinggi yang bersedia dibayarkan seseorang untuk suatu aset, dan ask adalah harga terendah yang bersedia diterima seseorang untuk menjual. Harga-harga ini terus berfluktuasi karena setiap bid dan penawaran mewakili sebuah order. Saat order terpenuhi, level-level ini akan berubah. Misalnya, jika terdapat bid pada 25,25 dan 25,26, setelah semua order pada 25,26 terpenuhi, bid tertinggi berikutnya menjadi 25,25.

Memahami proses bid/ask ini sangat penting saat menempatkan order, karena jenis order yang dipilih akan memengaruhi harga eksekusi transaksi, waktu eksekusi, atau bahkan apakah transaksi tersebut akan dieksekusi sama sekali.

Jenis-Jenis Order

Di sebagian besar pasar, order dapat ditempatkan oleh investor individu maupun institusi. Individu biasanya bertransaksi melalui broker-dealer, yang mengharuskan mereka memilih dari berbagai jenis order saat mengeksekusi suatu transaksi. Berbagai jenis order memberikan investor sedikit keleluasaan dalam merencanakan transaksi mereka.

Jenis order yang dipilih dapat secara signifikan memengaruhi hasil transaksi. Misalnya, saat mencoba membeli, menempatkan order beli limit pada harga yang lebih rendah dari harga perdagangan saat ini dapat memungkinkan trader mendapatkan harga yang lebih baik jika nilai aset menurun. Namun, jika harga limit ditetapkan terlalu rendah, harga aset mungkin tidak pernah mencapainya, sehingga trader kehilangan kesempatan jika harga justru naik.

Order Pasar (Market Order)

Order pasar memerintahkan perusahaan pialang untuk mengeksekusi transaksi pada harga terbaik yang tersedia. Order pasar umumnya selalu dieksekusi kecuali tidak ada likuiditas perdagangan.

Order Limit

Order limit menentukan harga tertentu untuk membeli atau menjual suatu saham. Order limit memastikan bahwa pembeli hanya membayar harga tertentu untuk membeli suatu efek. Order ini dapat tetap aktif hingga dieksekusi, kedaluwarsa, atau dibatalkan.

Order Jual Limit

Order jual limit memerintahkan broker untuk menjual aset pada harga di atas harga pasar saat ini. Jenis order ini digunakan pada posisi long untuk mengambil keuntungan ketika harga aset naik setelah pembelian.

Order Stop

Order stop memerintahkan perusahaan pialang untuk menjual suatu aset jika harganya turun ke level tertentu di bawah harga pasar saat ini. Order ini dapat berupa order pasar, yang menerima harga apa pun ketika terpicu, atau order stop-limit, yang hanya dieksekusi dalam rentang harga tertentu setelah terpicu.

Order Beli Stop (Buy Stop Order)

Order beli stop memerintahkan broker untuk membeli suatu aset begitu harganya mencapai level tertentu di atas harga pasar saat ini.

Order Harian (Day Order)

Order harian menentukan jangka waktu di mana order harus dieksekusi, yang mengharuskan order tersebut diselesaikan dalam hari perdagangan yang sama saat order ditempatkan.

Order GTC

Order good-'til-canceled (GTC) juga menentukan jangka waktu eksekusi. Order ini tetap aktif hingga terpenuhi atau dibatalkan.

Order Immediate-or-Cancel

Order immediate-or-cancel (IOC) harus dieksekusi hampir seketika, sering kali dalam hitungan detik. Jika tidak terpenuhi dalam jangka waktu yang singkat ini, order tersebut akan kedaluwarsa.

Order All-or-None

Order all-or-none (AON) mengharuskan seluruh order terpenuhi. Eksekusi sebagian tidak dapat diterima. Jika seluruh order tidak dapat terpenuhi, maka order tersebut tidak dieksekusi sama sekali.

Order Fill-or-Kill

Order fill-or-kill (FOK) menuntut eksekusi yang seketika dan lengkap. Jika order tidak dapat terpenuhi secara menyeluruh saat itu juga, order tersebut dibatalkan. Order ini menggabungkan karakteristik order all-or-none dan order immediate-or-cancel.

Tidak ada satu jenis order yang secara mendasar lebih baik atau lebih buruk dibandingkan yang lain; masing-masing memiliki tujuan yang unik. Jenis order yang tepat bergantung pada tujuan spesifik trader dan toleransi risikonya.

Contoh Penggunaan Order dalam Transaksi Saham

Saat membeli suatu saham, trader sebaiknya merencanakan strategi masuk maupun keluar untuk mengelola potensi keuntungan dan kerugian. Hal ini sering melibatkan penempatan tiga order sejak awal: satu untuk masuk ke dalam transaksi, yang kedua untuk membatasi risiko jika harga bergerak tidak menguntungkan (order stop-loss), dan yang ketiga untuk mengamankan keuntungan jika harga bergerak menguntungkan (target profit).

Meskipun order keluar tidak perlu ditempatkan secara bersamaan dengan order masuk, trader tetap harus memiliki strategi keluar yang jelas, baik dengan keuntungan maupun kerugian, serta memahami jenis order apa yang akan digunakan.

Misalnya, anggaplah seorang trader ingin membeli suatu saham. Berikut adalah salah satu contoh pengaturan penempatan order untuk masuk ke transaksi, mengelola risiko, dan mengambil keuntungan.

Ia memantau indikator teknikal untuk mendapatkan sinyal transaksi dan menempatkan order pasar untuk membeli saham pada harga $124,15. Order tersebut terpenuhi pada harga $124,17, dan selisih antara harga order pasar dengan harga terpenuhi disebut slippage.

Untuk membatasi risiko, ia memutuskan untuk tidak mengambil risiko lebih dari 7% pada saham tersebut, dengan menempatkan order jual stop 7% di bawah harga masuknya, yaitu pada $115,48, yang berfungsi sebagai stop-loss.

Berdasarkan analisisnya, ia memperkirakan keuntungan 21% dari transaksi tersebut, dengan harapan mendapatkan tiga kali lipat dari risikonya. Rasio risiko/imbalan yang menguntungkan ini membuatnya menempatkan order jual limit 21% di atas harga masuknya, yaitu pada $150,25, yang menjadi target profitnya.

Salah satu dari order jual ini akan terpicu lebih dulu, menutup transaksi tersebut. Jika harga mencapai order jual limit terlebih dahulu, trader akan mengamankan keuntungan sebesar 21%.

Apa Perbedaan Antara Order Limit dan Order Pasar?

Order limit menentukan harga maksimum yang bersedia dibayarkan investor untuk membeli suatu aset serta harga minimum yang bersedia mereka terima untuk menjual. Strategi ini bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian. Sebaliknya, order pasar memerintahkan broker untuk mengeksekusi transaksi pada harga terbaik yang tersedia tanpa batasan harga.

Apakah Batch Order Sama dengan Order Pasar?

Batch order berbeda dari order pasar, meskipun terdiri dari beberapa order pasar. Batch order ditempatkan di antara penutupan satu sesi perdagangan dan pembukaan sesi berikutnya. Perusahaan pialang menggabungkan beberapa order untuk saham yang sama menjadi satu transaksi, yang dieksekusi pada saat pembukaan pasar hari berikutnya.

Mengapa Trader Menempatkan Order?

Trader menggunakan order untuk masuk atau keluar dari transaksi pada harga tertentu dalam jangka waktu yang ditetapkan. Order membantu memaksimalkan keuntungan dan membatasi kerugian, serta memungkinkan trader memanfaatkan pergerakan harga yang tiba-tiba atau tidak terduga.

Kesimpulan

Order adalah instruksi yang diberikan kepada broker untuk membeli atau menjual suatu aset atas nama trader. Berbagai jenis order memungkinkan investor menentukan harga beli atau jual, waktu transaksi, serta kondisi yang menyebabkan transaksi tersebut dieksekusi atau dibatalkan.

Trader memilih jenis order berdasarkan prediksi mereka terhadap pergerakan aset, tingkat keuntungan yang diinginkan, dan kecepatan eksekusi. Mereka dapat menempatkan beberapa jenis order secara bersamaan untuk melindungi keuntungan dan meminimalkan risiko kerugian.

Bagikan

Berlangganan

Selangkah Lebih Maju di Pasar

Dapatkan wawasan perdagangan, pembaruan platform, dan analisis pasar langsung ke kotak masuk Anda.