Data Pasar Tenaga Kerja Menentukan Arah 07/08/2026

Rangkuman Pasar
Saham AS ditutup melemah pada hari Kamis karena kenaikan harga minyak membebani sentimen dan menghentikan tren penguatan pasar belakangan ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 460 poin, atau 0,9%, mengakhiri kenaikan lima sesi berturut-turut. S&P 500 melemah 0,2%, sementara Nasdaq Composite turun tipis 0,1%.
Meski mengalami koreksi, sentimen di Wall Street secara umum membaik. Investor tetap optimistis bahwa kemajuan menuju pembukaan kembali Selat Hormuz pada akhirnya dapat menekan harga minyak dan meredakan tekanan inflasi. Saham teknologi juga kembali mendapatkan momentum, dengan saham semikonduktor rebound tajam setelah aksi jual pada bulan Juli, sementara kinerja laba yang lebih kuat membantu memulihkan kepercayaan di pasar secara lebih luas.
Kontrak berjangka S&P 500 relatif tidak banyak berubah pada awal perdagangan Jumat seiring investor menunggu rilis data ketenagakerjaan bulan Juli. Para ekonom memperkirakan nonfarm payrolls hanya naik 83.000, dengan tingkat pengangguran tetap di 4,2%. Pertumbuhan upah dan tingkat partisipasi angkatan kerja juga akan diamati secara saksama untuk melihat tanda-tanda kekuatan atau kelemahan yang mendasari pasar tenaga kerja.
Laporan laba terus mendukung sentimen setelah penutupan pasar. Airbnb (ABNB) melonjak 9% setelah melampaui ekspektasi pendapatan dan laba, sementara Cloudflare (NET) melesat 16% setelah merilis panduan kuartal berjalan dan setahun penuh yang lebih kuat dari perkiraan.
Meski mengalami pelemahan pada hari Kamis, saham AS tetap berada di jalur untuk mencatatkan penguatan mingguan kedua secara berturut-turut. Nasdaq berpotensi mencatat pekan terbaiknya sejak Mei, didukung oleh rebound saham chip, dengan iShares Semiconductor ETF (SOXX) naik lebih dari 5% sepanjang pekan ini.
Laporan Ketenagakerjaan Menjadi Sorotan Utama Pasar Tenaga Kerja
Laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat diperkirakan menunjukkan bulan lain dengan penambahan lapangan kerja yang moderat, sehingga pasar tenaga kerja tetap menjadi fokus utama investor dalam menilai langkah selanjutnya dari Federal Reserve.
Para ekonom memperkirakan nonfarm payrolls naik sekitar 83.000 pada bulan Juli, meningkat dari 57.000 pada bulan Juni, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,2%. Rata-rata pendapatan per jam diperkirakan naik 0,3% dari bulan sebelumnya dan 3,5% dari tahun sebelumnya.
Selain angka utama tersebut, investor juga akan mencermati tingkat partisipasi angkatan kerja setelah turun ke 61,5% pada bulan Juni, level terendah sejak 2021. Para ekonom ingin mengetahui apakah penurunan tersebut bersifat sementara atau merupakan bukti pelemahan yang lebih dalam pada pasar tenaga kerja yang semakin sering digambarkan sebagai kondisi “low-hire, low-fire”.
Laporan ini juga akan membawa implikasi penting bagi kebijakan moneter. Pejabat Federal Reserve tetap berfokus pada inflasi, namun pelemahan lebih lanjut pada sektor ketenagakerjaan dapat mempersulit alasan untuk kenaikan suku bunga tambahan pada sisa tahun ini.
Sejumlah ekonom sudah memperkirakan pelemahan pasar tenaga kerja akan semakin terlihat dalam beberapa bulan mendatang, yang berpotensi mengalihkan perdebatan dari pengetatan lebih lanjut kembali ke arah pemangkasan suku bunga jika tingkat pengangguran mulai naik secara signifikan.
Saham yang Bergerak
- Airbnb (ABNB): Saham melonjak sekitar 7% setelah laba dan pendapatan kuartal kedua sama-sama melampaui ekspektasi. Perusahaan membukukan laba $1,37 per saham dengan pendapatan sebesar $3,61 miliar, melampaui perkiraan Wall Street.
- Lyft (LYFT): Saham naik tipis setelah pendapatan kuartal kedua sebesar $1,84 miliar melampaui estimasi, sementara laba sebesar 13 sen per saham sedikit di bawah ekspektasi.
- DraftKings (DKNG): Saham turun lebih dari 1,5% setelah pendapatan kuartal kedua tidak mencapai perkiraan dan perusahaan mencatatkan rugi yang lebih besar dari perkiraan. Meski demikian, DraftKings tetap mempertahankan proyeksi pendapatan dan EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh.
- Twilio (TWLO): Saham melonjak sekitar 16% setelah perusahaan merilis panduan kuartal berjalan yang lebih kuat dari perkiraan dan menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan setahun penuh menjadi 18%–18,5%, jauh di atas proyeksi sebelumnya.
- Trade Desk (TTD): Saham anjlok 22% setelah laba dan pendapatan kuartal kedua sama-sama tidak mencapai ekspektasi. Laba yang disesuaikan tercatat 34 sen per saham dengan pendapatan sebesar $715 juta, di bawah perkiraan Wall Street.
Watchlist: TTD, NET, ABNB, LYFT, DKNG, SG, CART, AKAM, MU, OKLO
Peristiwa Ekonomi Penting Hari Ini
Data Ekonomi (EST)
- 08:30 AM — USD Unemployment Rate
- 08:30 AM — USD Non-Farm Employment Change
- 10:00 AM — USD FOMC Member Barkin Speaks
Laba
Sebelum Pembukaan Pasar: Vistra Corp. (VST), PPL Corp. (PPL), Oklo Inc. (OKLO), Under Armour (UA), Take-Two Interactive (TTWO)



