Pasar Mengawasi Langkah Selanjutnya Minyak 10/08/2026

Ringkasan Pasar
Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Jumat setelah laporan ketenagakerjaan Juli yang mengejutkan lemah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menahan suku bunga tetap tidak berubah untuk saat ini.
S&P 500 naik 0.6% ke rekor penutupan 7,757.64, sementara Nasdaq Composite naik 1.3% menjadi 26,690.62. Dow Jones Industrial Average bertambah 152 poin, atau 0.3%, dan ditutup di 54,036.93.
Data penggajian (payrolls) bulan Juli secara tak terduga turun sebanyak 23,000, sementara tingkat pengangguran melandai ke 4.1% seiring tingkat partisipasi angkatan kerja turun ke level terendah dalam lebih dari lima tahun. Investor menafsirkan data tenaga kerja yang lemah ini sebagai berkurangnya kebutuhan pengetatan kebijakan Fed dalam waktu dekat.
Saham-saham juga menutup pekan yang kuat. S&P 500 menguat 3.6%, Nasdaq melonjak 5.2% dan Dow naik hampir 3%, membuat ketiga indeks tersebut mencatat performa mingguan terbaik sejak April. Saham-saham semikonduktor membantu mendorong pemulihan ini, dengan iShares Semiconductor ETF (SOXX) naik lebih dari 7% dalam sepekan.
Saham-saham perangkat lunak (software) juga menguat setelah rilis laba terbaru meredakan kekhawatiran bahwa AI akan segera mengganggu sektor ini. SpaceX (SPCX) melonjak 12% pada hari Jumat, sementara harga minyak sedikit menguat karena investor terus mengamati negosiasi seputar Selat Hormuz.
Namun, perkembangan selama akhir pekan kurang menggembirakan setelah Iran membantah melakukan pembicaraan langsung dengan AS terkait pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut. Harga minyak mentah WTI naik sekitar 1% pada hari Minggu ke atas $79 per barel.
Perhatian kini beralih ke data inflasi pekan ini, dengan laporan CPI dan PPI diperkirakan menjadi ujian besar berikutnya bagi arah kebijakan Fed. Laporan laba juga akan tetap menjadi sorotan, dengan On Holding (ONON), Cava Group (CAVA), Super Micro Computer (SMCI) dan CoreWeave (CRWV) termasuk di antara perusahaan yang dijadwalkan melaporkan hasil kinerjanya.
Minyak Bergerak Beragam di Tengah Ketidakpastian Hormuz yang Berlanjut
Harga minyak bergerak beragam pada hari Senin karena investor menimbang sinyal-sinyal yang saling bertentangan dari Washington dan Teheran mengenai prospek pembukaan kembali Selat Hormuz.
Minyak mentah Brent hampir tidak berubah di sekitar $83.50 per barel, sementara West Texas Intermediate melemah 0.2% ke sekitar $78 setelah kedua acuan tersebut sempat menguat lebih dari 1% di awal sesi.
Iran menyatakan bahwa pihaknya saat ini tidak terlibat dalam negosiasi langsung dengan AS dan dikabarkan mengajukan beberapa persyaratan untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut, termasuk kompensasi dan penghentian aksi militer. Sementara itu, Washington tetap menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus menjamin kebebasan navigasi tanpa batasan, tanpa adanya pungutan atau kontrol dari pihak Iran.
Ketidakpastian ini terus menopang premi risiko geopolitik di pasar energi. Selat Hormuz secara efektif masih tertutup, sementara serangan Houthi di sekitar Laut Merah menambah tekanan pada jalur pelayaran alternatif.
Dengan konflik yang kini memasuki bulan keenam, para pedagang tetap sangat sensitif terhadap tanda-tanda kemajuan — atau eskalasi baru — yang dapat secara signifikan memengaruhi aliran minyak mentah global.
Saham-Saham yang Bergerak
- Atlassian (TEAM): Saham melonjak lebih dari 29% dalam perdagangan pra-pembukaan (premarket) setelah laba dan pendapatan kuartal keempat melampaui ekspektasi. Panduan pendapatan kuartal pertama juga berada di atas perkiraan, meskipun prospek pertumbuhan sepanjang tahun perusahaan sebesar 13% sedikit di bawah konsensus.
- Doximity (DOCS): Saham sempat melonjak lebih dari dua kali lipat dalam perdagangan pra-pembukaan setelah manajemen menyoroti ekonomi yang kuat dari produk pencarian AI terbarunya. CEO Jeffrey Tangney mengatakan alat tersebut menghasilkan pendapatan per pencarian lebih dari 10 kali lipat dibandingkan biaya operasionalnya.
- Wendy’s (WEN): Saham turun 2% setelah jaringan restoran tersebut melaporkan penurunan penjualan global lebih dari 6%, termasuk penurunan 8.2% di AS. Perusahaan menarik proyeksi tahun 2026-nya meskipun melampaui ekspektasi untuk laba, pendapatan, dan EBITDA yang disesuaikan.
- First Solar (FSLR), Invesco Solar ETF (TAN) and SolarEdge Technologies (SEDG): Saham-saham energi surya bergerak naik setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif atas produk impor yang digunakan dalam manufaktur panel surya. First Solar menguat lebih dari 5%, TAN naik hampir 3%, dan SolarEdge bertambah 2%.
Daftar Pantauan: SPCX, ORCL, CRWV, FSLR, MU, SNDK, TSLA, META, AMD
Peristiwa Ekonomi Utama Hari Ini
Data Ekonomi (EST)
- 03:00 PM — Anggota FOMC Hammack (USD) Berbicara
Laba
Sebelum Pembukaan Pasar: Barrick Mining (B), Ferguson Enterprises (FERG)
Setelah Penutupan Pasar: Rocket Lab (RKLB), Alcon (ALC), AST Spacemobile (ASTS)



